Friday, May 30, 2008

KBB#5: Banofee Pies




I made this job in a deep grief, considering what my mother's been through...

Di tengah kegundahan hati akan vonis yg diberikan dokter jantung kepada mamah, saya mencoba membuat tugas kelima ini. Baking can heal... Bener deh. Eniwei, ternyata baru mau mulai sudah terhalang bahan. Gak sadar kalau terigu sampun telas. Mentega tawar gak punya, adanya shortening (ato sama aja ya? hehehe). Brown sugar juga gak ada. Yah jadi deh beli dulu ke toko terdekat, untungnya di kompleks ada toko yang lumayan lengkap koleksi bahan kue dasarnya. Dapet terigu dan palm sugar. Mentega tawar gak ada, ya udah pake aja shortening ituh, kalo gak salah pernah baca kalo pastry itu bisa juga pake shortening. Baca emailnya salah satu anggota yg sudah membuat, mengantisipasi ketiadaan pisau pastry dan FP, dia menggunakan 2 buah garpu. Tak ikutin, setjara I'm a newbie in pastry hehehe. Alhamdulilah berhasil! (Dora mode ON). Sampai di kulkas deh... Pisangnya minta ke tetangga, ibu'e temennya anak pertama, Auliya. Soalnya kalo beli pisang sendiri gak pernah abis satu sisir, mubadzir, ini kan cuma perlu 2 aja. Untungnya raja, top deh. Cetakan udah lama pernah beli, pas lagi hamil anak kedua, niatnya mau bikin fruit pie, apa daya gak kesampaian sampai lahiran. Ada 20 cetakan bulat dan 20 cetakan panjang. Oya, loyangnya saya pakai loyang individual, soalnya belum beli kalau yg besar. Lagian kayaknya lebih enak buat dibawa-bawa bekel ke kantor. Pas waktunya menggilas adonan... oh no! Ternyata kertas rotinya menghilang! Bwhuhuhu... Minta tolong asisten deh hunting kertas roti ke warung-warung. Alhamdulillah ada. Mulailah menggilas, mencetak, dan memasang kertas roti plus beras. Pas waktunya manggang, sambil manggang sambil bikin filling. Tidak ada masalah berarti, langsung jadi, dan saya bikin yang kental. Hasil panggangan mudah dikeluarkan ternyata, kirain bakal susah. Tiap pie diisi pisang sesuka hati, diberi filling, dan ketika mau dikasih krim, ada tepukan lembut dari suami, "Ma, bapa gak suka pakai yg putih-putih itu, boleh gak dibiarin gitu aja?" Yaaaaa... Jadinya gak tak kasih krim tapi ditabur stroberi biar ada asem-asemnya gak giung banget. Suami bilang : "Wuenak tenan, manis ya..." Mamah bilang : "Mmm emang semanis ini?" Tetangga yg ngasih pisang juga dikirimin 3 buah (takut gak doyan) dan sms : "Enak. Pas banget rasanya karamel sama pisangnya. Minta resepnya doong..." Yah begitulah... Yang hampir lupa itu bikin fotonya! Huaaaah... Asik aja ngadon dan ngaduk, jadi asal jepret sini sana aja deh... hehehe
Hasil fotonya juga burem-burem gak jelas gitu, emang gak gape pake camera di malam hari nih... hiks

Pastry:
300g tepung terigu, 150g mentega tawar, iris dadu, 5 sdM gula, 2 kuning telur, 3 sdM air dingin


Masukkan tepung, mentega dan gula di dalam food processor, lalu proses hingga tercampur rata, tambahkan kuning telur (memakai pulse, supaya mengadoninya kemungkinan besar dapat tercampur rata dengan kecepatan tinggi dan waktu yang pendek). Proses hingga menjadi remah-remah. Tambahkan air sedikit demi sedikit. Jika remahnya menjadi lebih besar (maksudnya sudah terkumpul), matikan mesin dan periksa apakah pastry bisa dikumpulkan jadi satu jika ditekan-tekan menggunakan jari (tekannya pelan-pelan aja, just to make sure). Keluarkan ke atas meja kerja dan kumpulkan (jangan uleni) hingga membentuk bulatan besar. (cara yang paling baik adalah tidak dengan meremas2 adonan supaya tidak mendapatkan hasil pastry yang keras/rubbery. Kumpulkan adonan ke atas plastik, kalau bisa langsung dibentuk seperti bola lewat cara merapatkan seluruh ujung plastik menjadi satu sehingga membentuk bola, jadi tidak menggunakan jari jemari anda untuk membentuk apalagi meremas adonan.
Note: jika tidak mempunyai food processor, tepung bisa dicampur dengan mentega pakai jari hingga berbentuk remah-remah hanya saja jangan diremas-remas. Gunakan ujung2 jari jika ingin mencampurkan tepung dengan mentega.
Setelah terkumpul membentuk bola diamkan di kulkas selama kurang lebih 30 menit.
Keluarkan dari kulkas, giling sehingga mencukupi untuk menutup 20-22cm flan tin atau loyang pie/tart.. Tekan-tekan hingga memadati seluruh dasar loyang. Trim pinggiran pie/tart lalu tusuk dasar pastry dengan garpu. Sisihkan sebentar selama 30 menit.
Alasi kertas roti dan gunakan biji-bijian untuk menekan adonan supaya tidak menggelembung jika dipanggang. Panggang suhu 180C selama 12-15 menit atau hingga pastry kelihatan kecoklatan. (Lalu angkat kertas roti dan biji2an lalu panggang lagi selama 5 menit hingga dasar pastry mengering.)


Filling
75g mentega, 50g brown sugar, 3 sdM susu, 300g SKM, 2 buah pisang matang tapi tidak lembek, 300ml krim, ½ -1 cup white chocolate curls atau parut.

Masak mentega dengan gula hingga mentega leleh dan gula larut. Didihkan dan masak selama 1 menit (dengan api kecil), sambil diaduk-aduk menggunakan sendok kayu. Angkat dari api dan tambahkan susu dan SKM. Kembalikan ke atas api dan didihkan. Masak hingga 5-6 menit, diaduk-aduk hingga filling mengental dan berwarna kecoklatan. Dinginkan. (jika ingin mendapatkan efek runny, masaknya hanya sampai 4 menit saja).


Iris-iris pisang dan susun di dasar pastry yang sudah dipanggang. Tuang karamel lalu dinginkan di dalam kulkas selama 2 jam. Kocok krim hingga kaku lalu tuang ke atas pie/tart. Taburkan coklat serut di atas krim.

Keterangan Gambar :
Atas-Bawah-Kiri-Kanan
Dua pie satu polos - BanoffeePie bertabur stroberi - BanofeePie polos - Banofee dialas pisang
Piecrust - Piecrust di oven - tofee yummynya



6 comments:

A. Ann said...

Semoga Mamahnya ga kenapa2 ya..:-) Salam KBB:-)

ezza's said...

Salam KBB ya mba..
ngintipin Banoffenya nih..

mae said...

mampir yaa..... mo liyak banopinya... :)

Ellen Antheunis said...

Semoga cepat sembuh ya mama kamu.
Banowatinya bite size..langsung hap masuk mulut

Unknown said...

semoga mamanya cepet sembuh. lutuw dibuat mini gitu

~Atiek~ said...

Banopinya lucu.. kecil2.
Semoga mamanya cepat sembuh ya..