Thursday, August 7, 2008

Wednesday, July 30, 2008

KBB#6: Cheese Biscuits


biskuit yg udah jadi
biskuit yg udah jadi

mau masuk oven

dibuletin dan dikasih wijen

kejunyah


Hoaaaahm... akhirnya bikin tugas juga. Udah kepending beberapa hari gara-gara sesame (asli nyari ini di Giant bingung nerjemahin sesame itu apa bahasa Indonesianya, sampe mau dikasih indomie... glek! Untungnya setelah beberapa keliling inget, WIJEN! Hahaha. Pertama bilang sesame yg buat taburan roti, dia bilang oooh meses, sebelah sana. Terus bilang Bukan MESES, SESAME. Oooh selei? Aiiih apa sih yaaaa bhs indo buat sesame? oooh indomie? gleg akhirnya muter dulu nginget-nginget hihihi). Benernya dulu banget pernah beli, mau bikin apa gitu, terus gak jadi keburu lahiran, skarang udah bulukan jeeeh. Keju edamnya juga ampir aja salah, cuma karena dalam otak udah terpatri yg edam itu yg warna kotaknya merah (mereknya C****Y), maen ambil aja, pas ngecek ternyata itu Q**U! Huaaaaaaa...

Ternyata bikin ini bener-bener mengasyikan, ngadonnya maksudnya, bukan manggangnya. Setjara guampang banget (ntar usul ah sama bunda di PG-nya Auliya, kalo pas cooking class bikin ini ajah hihihi). Tapi asli manggangnya sama betenya sama manggang lidah meong! Yah, maklumlah otangnya no 4, cuma bisa bikin beberapa baris per episode ngoven. Belum lagi setelah selese gak keliatan hasilnye, langsung dicomot dan dimakan dan hilang masuk peyut huhuhu... Wait for the bakers guys!!!

Udah selesai, misua malah request, "Ma, mbok bikin yg manis. Gurih manis gitu..." Lah? Gak ada resepnya yg manis, yang... Hmmm tapi demi demi demi, jadinya ya nekat aja, sebagian kejunya diganti sama gula halus, kekekekeke. Manggang lagi, tapi dikit aja yoh, yang, setjara ngeselin bener manggang banyak-banyak, kecuali kalo mau mbeliin lagi oven yg gedean? *wink wink*

Buat yg mau nyoba, ini dia resepnya :

Tingkat Kesulitan: Mudah.
English Version
Source: Vogue Australia: Wine and Food Cookbook.
225g grated mature cheese
125g butter
125g flour
cayenne pepper to taste
sesame seeds


With finger tips, mix together cheese, butter, flour and cayenne pepper until mixture forms a mass. Butter a biscuit tray. Make small balls of the dough. Roll some in sesame seeds and press on tray, placing them fairly far apart as they will spread while cooking. (We have pressed walnuts on some of the biscuits and, for a colour contrast, some chopped pistachio nuts). Bake biscuits in pre-heated oven 180C for 15 minutes. Store in an airtight container.


Bahasa Indonesia
Sumber: Vogue Australia: Wine and Food Cookbook.
225g keju tua parut
125g mentega
125g tepung terigu
cayenne pepper
biji wijen


Campur keju, mentega, tepung dan cayenne pepper bersama (remas) menggunakan ujung jari sampai tercampur rata dan adonan menyatu membentuk gumpalan. Siapkan loyang biskuit yang diolesi mentega. Bulatkan adonan kecil-kecil. Gulingkan beberapa bulatan ke biji wijen dan tekan-tekan di atas loyang dengan jarak yang agak lebar karena biskuit ini akan meleber saat dipanggang. (Kami—maksudnya tim dapurnya buku ini-- menaburkan walnut ke atas biskuit dan ditekan-tekan sedikit ke atas biskuit, dan untuk penambahan warna yang kontras, kami juga menambahkan pistachio cincang). Panggang biskuit dalam oven yang sudah dipanasi terlebih dahulu dengan suhu 180C selama 15 menit. Simpan di dalam wadah kedap udara


Tuesday, July 22, 2008

Tuesday, June 3, 2008

Puding Coklat Saus Moca dan Makaroni Skotel

Pudingnya dibuat dari resep yg nangkring di Detik, diposting ulang di milis NCC karena ada yg nanya resep puding ala Hokben. Makaroni skotelnya mah pake resepnya Ci Ine, mantabs lah pokoke...

Cake Pisang

Suami doyan banget yg namanya cake pisang, apalagi dikombinasi dg teman sejawatnya, keju dan coklat. Mestinya pake kismis, tapi karena hunting di warung-warung sekitar rumah gak ada yg jual (malah ada yg tanya, "Kismis? Apa itu?" bleh?!) jadinya ya udah dikasih chocochips. Besok-besok kejunya mau dicampur aja ah, gak ditabur di atas cake, kayaknya lebih mantabs. Resepnya dari Saji edisi minggu lalu...

Cake Lapis Mandarin

Hasil praktek dari buku seri Kue Lapis-nya SEDAP... Seperti biasa, males konversi loyang, jadinya seadanya aja... jadinya enak juga hihihi

Friday, May 30, 2008

KBB#5: Banofee Pies




I made this job in a deep grief, considering what my mother's been through...

Di tengah kegundahan hati akan vonis yg diberikan dokter jantung kepada mamah, saya mencoba membuat tugas kelima ini. Baking can heal... Bener deh. Eniwei, ternyata baru mau mulai sudah terhalang bahan. Gak sadar kalau terigu sampun telas. Mentega tawar gak punya, adanya shortening (ato sama aja ya? hehehe). Brown sugar juga gak ada. Yah jadi deh beli dulu ke toko terdekat, untungnya di kompleks ada toko yang lumayan lengkap koleksi bahan kue dasarnya. Dapet terigu dan palm sugar. Mentega tawar gak ada, ya udah pake aja shortening ituh, kalo gak salah pernah baca kalo pastry itu bisa juga pake shortening. Baca emailnya salah satu anggota yg sudah membuat, mengantisipasi ketiadaan pisau pastry dan FP, dia menggunakan 2 buah garpu. Tak ikutin, setjara I'm a newbie in pastry hehehe. Alhamdulilah berhasil! (Dora mode ON). Sampai di kulkas deh... Pisangnya minta ke tetangga, ibu'e temennya anak pertama, Auliya. Soalnya kalo beli pisang sendiri gak pernah abis satu sisir, mubadzir, ini kan cuma perlu 2 aja. Untungnya raja, top deh. Cetakan udah lama pernah beli, pas lagi hamil anak kedua, niatnya mau bikin fruit pie, apa daya gak kesampaian sampai lahiran. Ada 20 cetakan bulat dan 20 cetakan panjang. Oya, loyangnya saya pakai loyang individual, soalnya belum beli kalau yg besar. Lagian kayaknya lebih enak buat dibawa-bawa bekel ke kantor. Pas waktunya menggilas adonan... oh no! Ternyata kertas rotinya menghilang! Bwhuhuhu... Minta tolong asisten deh hunting kertas roti ke warung-warung. Alhamdulillah ada. Mulailah menggilas, mencetak, dan memasang kertas roti plus beras. Pas waktunya manggang, sambil manggang sambil bikin filling. Tidak ada masalah berarti, langsung jadi, dan saya bikin yang kental. Hasil panggangan mudah dikeluarkan ternyata, kirain bakal susah. Tiap pie diisi pisang sesuka hati, diberi filling, dan ketika mau dikasih krim, ada tepukan lembut dari suami, "Ma, bapa gak suka pakai yg putih-putih itu, boleh gak dibiarin gitu aja?" Yaaaaa... Jadinya gak tak kasih krim tapi ditabur stroberi biar ada asem-asemnya gak giung banget. Suami bilang : "Wuenak tenan, manis ya..." Mamah bilang : "Mmm emang semanis ini?" Tetangga yg ngasih pisang juga dikirimin 3 buah (takut gak doyan) dan sms : "Enak. Pas banget rasanya karamel sama pisangnya. Minta resepnya doong..." Yah begitulah... Yang hampir lupa itu bikin fotonya! Huaaaah... Asik aja ngadon dan ngaduk, jadi asal jepret sini sana aja deh... hehehe
Hasil fotonya juga burem-burem gak jelas gitu, emang gak gape pake camera di malam hari nih... hiks

Pastry:
300g tepung terigu, 150g mentega tawar, iris dadu, 5 sdM gula, 2 kuning telur, 3 sdM air dingin


Masukkan tepung, mentega dan gula di dalam food processor, lalu proses hingga tercampur rata, tambahkan kuning telur (memakai pulse, supaya mengadoninya kemungkinan besar dapat tercampur rata dengan kecepatan tinggi dan waktu yang pendek). Proses hingga menjadi remah-remah. Tambahkan air sedikit demi sedikit. Jika remahnya menjadi lebih besar (maksudnya sudah terkumpul), matikan mesin dan periksa apakah pastry bisa dikumpulkan jadi satu jika ditekan-tekan menggunakan jari (tekannya pelan-pelan aja, just to make sure). Keluarkan ke atas meja kerja dan kumpulkan (jangan uleni) hingga membentuk bulatan besar. (cara yang paling baik adalah tidak dengan meremas2 adonan supaya tidak mendapatkan hasil pastry yang keras/rubbery. Kumpulkan adonan ke atas plastik, kalau bisa langsung dibentuk seperti bola lewat cara merapatkan seluruh ujung plastik menjadi satu sehingga membentuk bola, jadi tidak menggunakan jari jemari anda untuk membentuk apalagi meremas adonan.
Note: jika tidak mempunyai food processor, tepung bisa dicampur dengan mentega pakai jari hingga berbentuk remah-remah hanya saja jangan diremas-remas. Gunakan ujung2 jari jika ingin mencampurkan tepung dengan mentega.
Setelah terkumpul membentuk bola diamkan di kulkas selama kurang lebih 30 menit.
Keluarkan dari kulkas, giling sehingga mencukupi untuk menutup 20-22cm flan tin atau loyang pie/tart.. Tekan-tekan hingga memadati seluruh dasar loyang. Trim pinggiran pie/tart lalu tusuk dasar pastry dengan garpu. Sisihkan sebentar selama 30 menit.
Alasi kertas roti dan gunakan biji-bijian untuk menekan adonan supaya tidak menggelembung jika dipanggang. Panggang suhu 180C selama 12-15 menit atau hingga pastry kelihatan kecoklatan. (Lalu angkat kertas roti dan biji2an lalu panggang lagi selama 5 menit hingga dasar pastry mengering.)


Filling
75g mentega, 50g brown sugar, 3 sdM susu, 300g SKM, 2 buah pisang matang tapi tidak lembek, 300ml krim, ½ -1 cup white chocolate curls atau parut.

Masak mentega dengan gula hingga mentega leleh dan gula larut. Didihkan dan masak selama 1 menit (dengan api kecil), sambil diaduk-aduk menggunakan sendok kayu. Angkat dari api dan tambahkan susu dan SKM. Kembalikan ke atas api dan didihkan. Masak hingga 5-6 menit, diaduk-aduk hingga filling mengental dan berwarna kecoklatan. Dinginkan. (jika ingin mendapatkan efek runny, masaknya hanya sampai 4 menit saja).


Iris-iris pisang dan susun di dasar pastry yang sudah dipanggang. Tuang karamel lalu dinginkan di dalam kulkas selama 2 jam. Kocok krim hingga kaku lalu tuang ke atas pie/tart. Taburkan coklat serut di atas krim.

Keterangan Gambar :
Atas-Bawah-Kiri-Kanan
Dua pie satu polos - BanoffeePie bertabur stroberi - BanofeePie polos - Banofee dialas pisang
Piecrust - Piecrust di oven - tofee yummynya